Minggu, 04 Desember 2011

Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut Anak melalui Modifikasi Wayang Golek

Insidensi rampan karies pada anak usia pra sekolah yang berkisar 3-6 tahun lebih banyak ditemukan di Negara berkembang dengan prevalensi sebesar 90%. Oleh karena diperlukan promosi kesehatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satunya melalui modifikasi wayang golek modern sebagai properti edukatif yang digunakan sebagai media komunikasi dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak
Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswi Jurusan Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK – UMY), Rahmi Ayu Budi Amalia. Penelitiannya ini juga masuk sebagai 20 besar dalam Lecture Contest 2011 of International Dental Student in Collaboration with Dental Students Welfare Association of India.
Menurutnya insidensi rampan karies pada anak usia pra sekolah yang berkisar 3-6 tahun lebih banyak ditemukan di Negara berkembang dengan prevalensi sebesar 90%. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat di Negara berkembang tersebut. “Selain itu pola makan dan kebiasaan yang tidak sehat seperti kecenderungan orang tua dalam memberikan susu botol terhadap anaknya,” terang Rahmi ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY, Selasa (9/8).
Rahmi menjelaskan rampan karies merupakan salah satu penyakit gigi berlubang yang akut dan parah pada pasien anak dengan ditandai munculnya karies di sekitar gigi seri atas dan lanjut mengenai pada gigi geraham besar. Bagi orang tua yang membiarkan susu botol anaknya tetap berada di rongga mulut sepanjang malam sehingga jumlah air liur (saliva) menurun yang menyebabkan tidak berhasilnya proses pelarutan dan pembersihan dari asam. Bagi anak yang tertidur saat meminum susu botol, maka cairan susu akan tertinggal di gigi depan sehingga rongga mulut menjadi hangat. Hal ini menjadikan terbentuknya asam dan proliferasi bakteri sehingga rampan karies terbentuk.
Lebih lanjut, Ia memaparkan prevalensi karies pada anak usia satu tahun mencapai 5%, sementara pada anak usia dua tahun berkisar 10%, anak usia tiga tahun sebesar 40%, sebesar 55% pada anak usia empat tahun, dan anak usia lima tahun dengan prevalensi sebesar 75%. “Dari prevalensi tersebut, dapat disimpulkan sebagian besar anak Indonesia usia pra sekolah terserang rampan karies,” papar Rahmi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Rahmi mengungkapkan promosi kesehatan menjadi salah satu solusi dalam mencegah perkembangan rampan karies. “Dalam promosi kesehatan disadari ada beberapa kendala yang dihadapi, terlebih dalam memberikan kesadaran kepada anak usia pra sekolah. Oleh karenanya, para tenaga kesehatan perlu melakukan sesuatu yang kreatif dan lebih menarik sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami mereka sehingga kejadian rampan karies anak dapat dikurangi,” ungkapnya. Penelitian ini telah diuji cobakan di TK Dharma Bakti IV Ngebel Yogyakarta dan hasilnya modifikasi wayang golek modern mempengaruhi indeks plak serta meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah.
Rahmi pun kemudian melakukan modifikasi wayang golek modern sebagai properti edukatif yang digunakan sebagai media komunikasi dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak. Wayang golek modern ini dibuatkan dari kain flanel warna-warni berbentuk boneka. “Dengan modifikasi wayang golek berupa boneka berbentuk gigi dan kuman, keduanya mempengaruhi dalam peningkatan pengetahuan anak usia pra sekolah  mengenai kesehatan gigi dan mulut serta menurunkan indeks plak pasca promosi kesehatan gigi dan mulut pada mereka,” urai Rahmi.
Ia menerangkan jika promosi kesehatan gigi dan mulut pada anak merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan gigi, dimana konsep tersebut tidak sekadar proses memberikan kesadaran bagi anak agar meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, namun juga menjembatani perubahan perilaku anak sehingga promosi kesehatan dapat membawa hasil yang lebih mendalam.
Bagi Rahmi, dipilihnya wayang golek modern sebagai alat komunikasi edukatif mengingat wayang golek merupakan hasil karya seni budaya Indonesia. Namun saat ini wayang golek seakan hilang dari peradaban karena maraknya globalisasi dunia sehingga anak- anak tidak lagi mengenal wayang golek sebagai budaya mereka. “Dengan demikian, modifikasi wayang golek modern tersebut efektif dalam menampilkan pesan sehingga anak tak hanya memiliki pengetahuan, namun juga mau mengubah kebiasaan buruknya yang memicu munculnya rampan karies,” tandasnya.

PERAN FLUOR DALAM PENCEGAHAN KERUSAKAN GIGI

Banyak yang anggapan di masyarakat bahwa untuk memelihara gigi hanya perlu dilakukan dengan sikat gigi saja. Anggapan seperti ini dapat benar, tetapi dapat juga salah, artinya tidak hanya dengan sikat gigi saja. Yang terpenting disini bukanlah persoalan benar atau tidak, tetapi bagaimana masyarakat mengerti manfaat dari setiap unsur yang mendukung pemeliharaan atau pencegahan kerusakan gigi.
Diantara unsur yang ada tersebut adalah zat fluor yang ada di pasta gigi, yang digunakan setiap hari pada waktu sikat gigi.
Zat tersebut sangat penting peranannya dalam pencegahan kerusakan gigi.

Apa itu Fluor? Fluor adalah salah satu zat yang dalam jumlah tertentu ada secara bebas dalam alam, seperti tanah, air dan bahan makanan seperti ikan, roti, dll.
Apakah fluor yang terkandung dalam makanan tersebut sudah cukup untuk mencegah kerusakan gigi?, kalau memang secara teratur kita makan makanan dengan kandungan fluor yang cukup maka hal tersebut dapat mencegah kerusakan gigi tanpa harus ditambah dengan fluor khusus. Tetapi karena kita tidak tahu akan kandungan tersebut, maka melalui pasta gigi juga akan ikut membantu pencegahan kerusakan gigi, selain kebersihan, keharuman dan kesegaran, sehingga menambah rasa percaya diri.
Zat fluor ini sangat penting untuk pemeliharaan gigi agar tetap sehat, terutama pada anak-anak, karena dengan jumlah fluor yang masuk akan dapat membantu pembentukan enamel gigi yang lebih tahan terhadap kerusakan. Disamping itu, fluor juga bermanfaat untuk mencegah proses pembusukan gigi.

Sebenarnya fluor dapat digunakan melalui 2 cara yaitu melalui kontak langsung dengan gigi, seperti kumur memakai larutan fluor khusus (seperti program fluoridasi pada anak sekolah, memakai pasta gigi yang mengandung fluor, mengoleskan fluor ke gigi secara langsung yang dilakukan oleh dokter gigi) dan melalui proses pencernaan yaitu dengan meminum air atau susu, minum tablet flour atau obat tetes.

Fluor dalam air minum sebenarnya sangat bermanfaat bagi banyak orang dan sangat efektif dalam pencegahan kerusakan gigi, terutama pada anak kecil yang masih dalam proses pertumbuhan.

"fluor bukan untuk menyembuhkan gigi yang sudah rusak, tetapi memperkuat daya tahan gigi terhadap pengaruh keasaman yang menyebabkan gigi berlubang "
Apakah fluor berbahaya ?

Semua zat bila digunakan tidak semestinya atau berlebihan maka akan menyebabkan masalah atau berbahaya bagi kesehatan. Seperti juga fluor yang akan menyebabkan:
1. Kerusakan pada gigi berupa perubahan warna gigi menjadi tidak putih lagi seperti gigi yang sehat tetapi menjadi pucat dan buram dan yang paling parah adalah warna gigi menjadi gelap dan gigi menjadi rapuh. Proses tersebut disebut fluorosis. Fluorosis tidak dapat diobati, tetapi kalau tanda tersebut diketahui lebih awal dapat dicegah agar tidak lebih berlanjut.
2. Kelebihan fluor tersebut juga akan merusak tulang, mengakibatkan rasa sakit yang hebat pada tulang dan akibat yang paling fatal dapat mengakibatkan kelumpuhan.
3. Hal ini juga dapat menyebabkan anemia, gigi menjadi bercak-bercak atau spot dan yang sangat berbahaya dapat menyebabkan gagal ginjal.

BAGAIMANA DENGAN PASTA GIGI DAN AIR MINUM YANG TERSEDIA ?

Hal tersebut diatas merupakan pertanyaan yang bagus, bagaimana masyarakat dapat tahu bahwa pasta gigi yang beredar cukup kandungan fluornya dan bagaimana dengan Air minum kita? Seperti kita ketahui bahwa pemerintah sudah mempunyai semua aturan dalam pembuatan semua jenis produk yang digunakan oleh masyarakat. Kalau memang dipatuhi, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Tetapi perlu juga kita mewaspadai kemungkinan adanya kelalaian petugas di lapangan. Dalam hal ini semua produk pasta gigi sudah dibawah pengawasan pada proses pembuatannya, sehingga semua pasta dapat digunakan hanya saja tergantung dalam rasa, dan aromanya. Begitu juga dengan Air minum kita.


Minum Susu Botol Picu Karies pada Anak

Pola makan tidak sehat dan kecenderungan para orang tua memberikan susu botol pada anak-anak dapat memicu timbulnya penyakit gigi berlubang yang akut dan parah yang disebut dengan istilah rampan karies.
Penyakit yang  ditandai dengan munculnya karies di sekitar gigi seri atas dan gigi geraham besar itu kini banyak ditemukan pada anak usia 3-6 tahun di negara berkembang dengan prevalensi 90 persen.
Menurut peneliti dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rahmi Ayu, rampan karies disebabkan oleh kurangnya kesadaran para orang tua akan pentingnya menjaga dan menanamkan kesehatan gigi dan mulut  sejak usia dini.
"Orang tua yang membiarkan susu botol anaknya tetap berada di rongga mulut sepanjang malam sehingga jumlah air liur (saliva) menurun menyebabkan tidak berhasilnya proses pelarutan dan pembersihan dari asam," kata Rahmi di Yogyakarta, Rabu (10/8/2011).
Ia mengatakan, anak yang tertidur saat meminum susu botol, maka cairan susu akan tertinggal di gigi depan, sehingga rongga mulut menjadi hangat. Hal itu menjadikan terbentuknya asam dan proliferasi bakteri, sehingga rampan karies terbentuk.
"Prevalensi karies pada anak usia satu tahun mencapai lima persen, sedangkan pada anak usia dua tahun sekitar 10 persen, anak usia tiga tahun 40 persen, anak usia empat tahun 55 persen, dan anak usia lima tahun dengan prevalensi 75 persen," tambahnya.
Menurut dia, dari prevalensi tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak Indonesia usia prasekolah terserang rampan karies.
Untuk mengatasi hal itu, promosi kesehatan menjadi salah satu solusi dalam mencegah perkembangan rampan karies. Dalam promosi kesehatan disadari ada beberapa kendala yang dihadapi, terlebih dalam memberikan kesadaran kepada anak usia prasekolah.
Oleh karena itu, kata dia, para tenaga kesehatan perlu melakukan sesuatu yang kreatif dan lebih menarik, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami mereka, yang pada akhirnya kejadian rampan karies anak dapat dikurangi.
Salah satunya melalui modifikasi wayang golek modern sebagai properti edukatif yang digunakan untuk media komunikasi dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak.
Ia mengatakan dipilihnya wayang golek modern sebagai alat komunikasi edukatif karena wayang golek merupakan hasil karya seni budaya Indonesia. Namun, saat ini wayang golek seakan hilang dari peradaban karena maraknya globalisasi dunia sehingga anak- anak tidak lagi mengenal wayang golek sebagai budaya mereka.
Dengan demikian, modifikasi wayang golek modern tersebut efektif dalam menampilkan pesan, sehingga anak tak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mau mengubah kebiasaan buruknya yang memicu munculnya rampan karies.
"Penelitian itu telah diujicobakan di TK Darma Bakti IV Ngebel Yogyakarta, dan hasilnya modifikasi wayang golek modern mempengaruhi indeks plak dan meningkatkan pengetahuan anak usia prasekolah," katanya.

CARIES GIGI PADA ANAK USIA DINI YANG DISEBABKAN STREPTOKOKUS

Caries pada anak disebabkan oleh banyak faktor, caries ini dimasukkan dibawah judul

streptokokus karena disebabkan oleh spesies streptokokus. Ciri khas caries pada anak-anak
adalah pertama yang terkena biasanya gigi seri pada maxilla tetapi jarang terjadi pada gigi seri
mandibula, gigi susu lainnya yang terkena bervariasi. Oleh karena terjadinya caries tersebut
berhubungan dengan pola kebiasaan yang khas dalam memberi makan pada anak, maka
kerusakan gigi tersebut dinamakan “NURSING BOTTLE CARIES” atau “Baby bottle tooth
decay”, walaupun caries seperti ini terjadi pula pada anak-anak yang menggunakan cangkir.
Streptococcus mutans ditemukan didalam gigi yang berlubang. Pada percobaan hewan yang
diberikan makanan yang mengandung gula streptokokus terbukti mengakibatkan caries gigi.
Streptokokus gram positif yang anaerob fakultatif ini termasuk grup streptokokus viridans
dan biasanya kelompok alfa dan gamma yang menghemolisis agar darah. Untuk proses
kolonisasi organisme ini membutuhkan permukaan gigi yang tidak lepas, biasanya pada
plaque gigi.
Caries pada anak-anak tersebar secara global dengan prevalensi tertinggi di negara
berkembang. Anak-anak cacat, tidak tergantung pada etnis dan budaya tertentu dan mereka
yang memiliki berat badan lahir rendah, paling sering terkena; yang sering terkena caries juga
adalah anak dengan enamel hypoplasia, sering berhubungan dengan status gizi yang kurang
selama dalam proses pembentukan gigi awal. Reservoir oenting dari mana bayi mendapatkan
mutan streptokokus adalah ibunya; strain yang diisolasi dari ibu dan bayi mereka mempunyai
ciri baik profil bacteriocin-nya, plasmid maupun pola chromosomal DNA-nya.
Penularan dari ibu ke anak melalui air liur yang mengandung streptokokus ditularkan pada
waktu mencium bayi dengan bibir, membasahi putting susu atau dot dengan air liur atau pada
waktu mencicipi makanan melalui sendok makan sebelum diberikan pada bayi. Kolonisasi
tergantung dari jumlah organisme yang ada dalam air liur ibu, ibu yang giginya berlubang
498
biasanya mempunyai risiko tinggi mengandung mutan streptokokus dalam air liurnya.
Untuk mencegah caries gigi pada anak usia dini, lakukan kegiatan promosi kesehatan tentang
kebersihan gigi dan mulut kepada ibu-ibu. Para ibu dianjurkan untuk menyapih anaknya dari
pemberian susu botol sedini mungkin. Berikan penjelasan kepada ibu-ibu tentang bahaya
timbulnya caries gigi pada anak-anaknya yang diberi minum susu botol dan yang diberi
makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Ingatkan juga kepada ibu-ibu agar jangan
melakukan hal-hal yang dapat memudahkan masuknya saliva kemulut bayi, terutama ibu atau
pengasuh lainnya yang mempunyai caries gigi yang tidak dirawat.

Kamis, 27 Oktober 2011

Perawatan Gigi Pada Pasien Anak Berkebutuhan Khusus

Sudahkah anda tahu mengenai istilah Anak Berkebutuhan Khusus?
Menurut Wikipedia Indonesia; anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa
selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Secara definisi operasional saya sih, Anak Berkebutuhan Khusus disingkat dengan ABK, merupakan anak yang membutuhkan perlakuan lebih istimewa dalam menunjang hidup sehari-harinya dibandingkan anak lainnya, keistimewaan ini dikarenakan keterbatasan yang dimiliki anak tersebut.

Pada tulisan kali ini, saya sengaja menuliskan kembali karena teringat sewaktu membantu salah seorang dokter gigi senior dan salah seorang pembimbing saya waktu itu, yaitu Drg.Kirana Lina Gunawan. Beliau yang mengajarkan saya bagaimana seorang dokter gigi juga wajib dan peduli untuk merawat pasien ABK. Salah satu contoh nyata saat itu adalah pasien tunagrahita atau lebih sering dikenal dengan retardasi mental.

Anak dengan retardasi mental tentu akan sulit diajak berkomunikasi apalagi berkerja sama dengan baik untuk dilakukan perawatan. Anak normal saja butuh usaha yang luar biasa untuk dilakukan perawatan dengan mudah, karena naluri alamiah anak kecil yang takut akan berhadapan dengan dokter gigi.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengatasi ini, adalah penggunaan fasilitas Special Dental Care (SDC). Fasilitas SDC ini merupakan fasilitas pendukung untuk semua jenis perawatan dibidang kedokteran gigi tidak hanya untuk pasien ABK, tapi juga untuk pasien jenis lainnya; salah satunya adalah pasien-pasien dengan kondisi penyakit sistemik, pasien yang sudah berumur sangat tua dan lemah, pasien yang akan dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Untuk kasus pasien ABK, biasanya digunakan metode sedasi inhalasi dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan maupun perawatan klinis secara langsung. Ada beberapa jenis sedasi sebenarnya, termasuk sedasi oral, tapi saya akan bercerita saja mengenai sedasi inhalasi. Sedasi Inhalasi digunakan gas campuran N2O-O2.

Saat itu, pasien datang ditemani ibu kandungnya juga seorang pengasuhnya sekaligus, saat memasuki ruangan saja, pasien ABK sudah begitu tidak nyaman, karena bagaimanapun ruangan perawatan adalah ruangan asing baginya. Apalagi harus bertemu orang asing, yaitu dokter gigi selaku operator, dan juga perawat. Setelah dilakukan penenangan oleh ibu kandung dan upaya untuk saling mengenal lebih dekat dahulu antara pasien-dokter gigi-perawat, akhirnya pasien dapat diposisikan di dental chair. Setelah itu perawat menyiapkan semua peralatan dan mengecek kembali alat-alat yang akan dibutuhkan, termasuk tabung gas N2O-O2.

Pada langkah pertama tentunya, pemasangan sungkup yang menutup bagian hidup dan mulut pasien, selanjutnya mengeluarkan gas N2O-O2 sesuai dengan kondisi pasien hingga tercapai stadium 1 pasien sudah mulai kooperatif, ini bisa dites dengan langsung berkomunikasi dan memberi perintah pada pasien, kondisi ini pasien sudah disorientasi, penurunan kesadaran.
Operator tetap memperhatikan flowmeter yang terpasang alat tabung gas sedasi inhalasi. Pasien juga dipantau denyut jantung dan nadinya menggunakan pulsemeter.

Setelah itu operator (dokter gigi) bisa langsung melakukan pemeriksaan dengan mudah, bahkan perawatan sekaligus. Tugas perawat adalah membantu dan memantau langsung kinerja alat yang digunakan pada saat sedasi inhalasi. Setelah selesai, gas yang akan dikeluarkan alat sedasi inhalasi adalah Oksigen - O2 yang dikeluarkan sepenuhnya hingga mencapai 100% dosisnya. Sedangkan gas N2O akan menguap dengan sendirinya tanpa terikat dengan zat lain dalam tubuh. Pasien pun akan sadar dengan baik.

Pengalaman ini bagi saya sangat tak terlupakan tentunya, karena belum tentu setiap saat bisa ditemukan kembali. Mengingat butuh kesiapan dan fasilitas yang mumpuni untuk melakukan tehnik ini. Saya sempat mendokumentasikan kegiatan ini, jika ada yang berminat bisa saya share juga video dokumentasi tersebut.

Semoga bermanfaat.

Sedikit Mengenal IMPLANT DENTAL

Karena kebutuhan akan info soal jawaban yang sering ditanyakan oleh banyak sahabat saya mengenai gigi palsu, terutama implant, membuat saya menuliskan sedikit pemahaman Implant Dental, dari definisi mudahnya, indikasi dan kontra indikasi, dan kekurangan dan kelebihannya jenis perawatan dan pembuatan gigi palsu jenis implant.

IMPLANT DENTAL menurut wikipedia (kenapa wiki? soalnya pasti secara umum hasil googling diarahkan ke wikipedia untuk sedikit literatur yang disimpulkan dari berbagai sumber). A dental implant is an artificial tooth root replacement and is used in prosthetic dentistry to support restorations that resemble a tooth or group of teeth. There are several types of dental implants.

Nah sedikit saya jelaskan, bahwasannya IMPLANT DENTAL merupakan suatu pembuatan gigi tiruan dengan metode implant (menanam) suatu bahan tertentu kedalam tulang rahang (bersifat biocompatible) yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan/pemasangan mahkota gigi yang disesuaikan dengan nilai estetika juga kebutuhan oklusi (gigitan) dari rahang dari hilangnya 1 gigi hingga lebih.

Proses penggantian gigi dengan gigi tiruan jenis ini, tentunya harus berdasarkan aspek-aspek yang mendukung terhadap kondisi pasien.

Aspek-aspek Yang Mendukung (Indikasi)

1. Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga orientasi cukup memuaskan untuk penanaman implant dental.
2. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada posisi tidak akan menggangu penemapatan implan dental.
3. Ketebalan tulang harus cukup adekuat untuk memberi dukungan implan dental.
4. Pasien perduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan dental.
5. Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik (riwayat penyakit tertentu yang memperburuk kondisi pasien tersebut).

Aspek-aspek Yang Tidak Mendukung (Kontra Indikasi)

Kontra Indikasi dental implant:
1. Kelainan pathologis pada tulang rahang (misalnya; tumor tulang).
2. Penyakit kelenjar ludah (misalnya;tumor pada kelenjar ludah).
3. Radiasi terapi untuk perawatan kanker.
4. Umur pasien dan status gizi (pada pasien dengan gizi yang buruk, mempengaruhi proses penyembuhan dan evaluasi dari biocompatibilitas bahan implan dan tulang rahang dan jaringan sekitar).
5. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme. yaitu : Kencing manis, Hyperthyroidism.
6. Kelainan Darah. yaitu.: anemia, kelainan pembekuan darah (berhubungan dengan proses prosedur pembedahan yang akan dilakukan).

Keuntungan dan Kekurangan Implant Dental
1. Restorasi yang ideal untuk kasus kehilangan gigi geligi (baik 1 gigi maupun lebih dari 1 gigi) daripada gigi tiruan konvensional (lepasan)
2. Restorasi cekat yang lebih stabil dibandingkan gigi tiruan cekat.
3. Kekurangannya ; mahal dalam biaya prosedur pembedahan dan pembuatan (karena bahan yang ada merupakan bahan khusus dan biocompatible ---> dapat diterima dengan baik oleh jaringan dan tulang rahang)

Nah untuk prosedurnya akan saya coba jelaskan pada tulisan berikutnya.

Sariawan

Sariawan, pasti banyak diantara kita yang pernah mengalaminya. Sariawan memang sangat mengganggu, terutama jika sering berulang. Sariawan dapat menyebabkan nafsu makan menurun, rasa tidak nyaman saat berbicara, rasa meriang di badan hingga turunnya rasa percaya diri.

Sariawan (Aphthous Ulcer) adalah suatu penyakit yang manifestasinya berupa ulserasi dinding mukosa. Sariawan bisa terjadi dimana saja, namun yang paling sering ditemui adalah pada mukosa rongga mulut. Di rongga mulut sariawan bisa terdapat di bibir, lidah, gusi, langit-langit atau dasar lidah. Lubang-lubang abstrak seperti tertutup suatu membran putih yang sekelilingnya memerah disertai rasa nyeri yang sangat mengganggu adalah ciri dari sariawan.


Penyebab Sariawan

Sariawan dapat disebabkan karena berbagai hal, contohnya: turunnya daya tahan tubuh, infeksi, alergi terhadap bahan-bahan tertentu (pasta gigi, makanan, minuman), nutrisi yang tidak adekuat, obat-obatan tertentu, trauma (misal karena penggunaan sikat gigi yang bulunya sudah tidak rapi) dan stres.

Sariawan biasanya ringan dan tidak disertai panas, dapat sembuh dalam waktu 7 sampai 14 hari dan jarang berulang.

Penanganan Sariawan
Sariawan dapat dicegah dengan makan makanan bergizi dan kaya vitamin, menghindari bahan-bahan yang merangsang atau yang dapat memicu alergi serta menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi minimal 2 kali sehari dan berkumur jika perlu. Jangan lupa untuk selalu mengganti sikat gigi jika bulunya sudah tidak rapi, karena dapat memicu trauma mukosa rongga mulut saat menyikat gigi.

Jika sariawan sudah terjadi, anda dapat meringankan rasa nyerinya dengan mengkonsumsi obat anti nyari (analgesik) seperti asetaminofen (parasetamol) atau antalgin, mengoleskan analgesik topikal serta sering-sering berkumur dan perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan rongga mulut sehingga rasa sakit berkurang.

Kiat Miliki Senyum Terbaik

Anda pasti menginginkan memiliki senyum terbaik dengan gigi putih, sehat dan kuat? Ikuti delapan kiat berikut.

Mengutip <I>femalefirst</i>, Profesor Eder, dokter handal dan pendiri Tooth Wear Centre London menawarkan delapan cara untuk mendapatkan senyum terbaik dengan tampilan gigi putih, sehat dan kuat.

1. Pilih pasta gigi merek terkenal. Namun ingat, pasta gigi itu harus mengandung fluorida dan non-abrasif.

2. Anda muntah berarti harus segera menyikat gigi. Alasannya, ketika Anda muntah, asam karena muntahan dari dalam mulut melembutkan permukaan gigi terluar. Anda harus menunggu sekitar satu jam sebelum menyikatnya, Demikian pula, ketika Anda usai mengkonsumsi makanan dan minuman asam.

3. Gigi susu memang tidak penting untuk dipelihara karena akhirnya akan copot. Namun merawat gigi tetap sangat penting agar gigi bersih dan sehat. Makanan manis dan minuman adalah musuh gigi yang harus dihindari.

4. Gigi berwarna kekuningan banyak yang mengatakan tidak sehat. Namun itu tak berarti gigi Anda tak sehat. Yang perlu diperhatikan harus rajin memeriksakannya gigi kuning ke dokter gigi karena bisa menyebabkan sensitivitas pada gigi.

5. Hindari makanan yang sangat asam, seperti jeruk. Pasalnya itu bisa mempercepat kerusakan gigi.

6. Memutihan gigi benar-benar aman dan tidak membahayakan gigi. Untuk memastikannya, Anda bisa mengontrolnya melalui dokter gigi Anda.

7. Diet minuman bersoda baik untuk gigi dengan alasan tanpa gula. Namun perlu diingat soda masih sangat asam, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

8. Pesta minum terasa tidak akan membahayakan gigi andai menggunakan sedotan? Menggunakan sedotan dianjurkan, tetapi minum berlebihan dapat menyebabkan masalah gigi, termasuk iritasi gusi, lidah dan jaringan mulut, meningkat kerusakan gigi dan dalam kasus-kasus terburuk penyakit peridontal dan kanker mulut.

3 Aspek Pencabutan Gigi Pada Pasien Anak

Gigi sulung merupakan gigi yang tumbuh pada masa periode anak-anak. Dimulai dari anak berumur 8 bulan hingga anak berumur 12 tahun. Namun pada kondisi tertentu pada orang dewasa pun bisa ditemukan adanya gigi sulung yang menetap dan kondisi ini disebut dengan persistensi.

Salah satu perawatan dalam bidang kedokteran gigi anak adalah prosedur pencabutan gigi sulung. Pencabutan gigi sulung pada dasarnya memiliki prosedur yang tidak berbeda dengan pencabutan gigi tetap pada orang dewasa. Dengan memperhatikan beberapa aspek, maka prosedur ini bisa dilakukan dengan mudah.

Aspek apa saja yang jadi perhatian dalam pencabutan (ekstraksi) gigi sulung?

1. Aspek Psikologis
Pasien anak jelas sangat berbeda dengan pasien dewasa. Dalam hal ini, dokter gigi harus bisa mengetahui psikologis si anak saat pertama kali bertemu. Bagaimana sikap anak untuk pertama kali bertemu dengan dokter gigi, berada didalam ruangan, berinteraksi dengan bermacam benda dan alat didalam ruangan, penting sekali dokter gigi untuk mengetahui hal ini.
Bisa dilihat sikap dan apresiasi anak tersebut, takut, senang, penasaran dan ingin tahu, acuh (cuek), dan bermacam sikap lainnya.

Dengan mengetahui ini, dokter gigi bisa dengan mudah untuk mencoba berkomunikasi sesuai dengan sikap yang ditunjukkan anak. Bila komunikasi sudah tercapai jelas akan mudah didapat apa yang tepat untuk dilakukan dalam perawatan gigi si anak.

Peran serta orang tua juga perlu bagi seorang dokter gigi dalam berkomunikasi dengan pasien anak. Dengan berbagai informasi dari orang tua akan bisa memperkuat dokter gigi dalam menentukan diagnosa dan rencana perawatan yang dibutuhkan.

2. Aspek Etiologis
Pencabutan gigi anak jelas harus memperhatikan penyebab utama kondisi gigi anak tidak dapat dipertahankan (tidak dapat dirawat). Insidensi terbesar pencabutan gigi anak jelas karena faktor karies gigi. Karies gigi pada anak, merupakan kondisi patologis yang sering sekali tidak begitu diperhatikan oleh orang tua anak pada umumnya.

Karies pada anak, bisa mulai terjadi saat anak mulai tumbuh gigi. Bila orang tua tidak memperhatikan kondisi kesehatan gigi dan mulut anak, sering sekali terjadi rampan karies. Rampan karies merupakan kondisi terdapat karies yang sangat meluas hampir terdapat di setiap gigi.

Bila gigi anak terkena karies dan tidak dirawat, maka akan menyebabkan patologis pada gigi, dengan gejala rasa sakit gigi (linu, sakit saat makan dan tidur,gusi mudah berdarah). Kondisi ini sudah memasuki tahap pulpitis, adanya peradangan pada gigi anak. Dan bila tetap segera ditangani, makan akan menyebabkan gigi masuk dalam tahap kondisi non vital, disebut dengan gangren pulpa. Gigi dengan kondisi ini akan mudah cepat rusak dengan cepat. Tindakan ekstraksi sangat perlu dilakukan.

3. Aspek Tumbuh dan Kembang Anak
Selain mengetahui kondisi psikologis anak, serta penyebab utama dalam penentuan pencabutan gigi anak. Dokter gigi juga harus bisa mengetahui, proses tumbuh dan kembang anak. Penting untuk diperhatikan, dengan mengetahui hal ini, seorang dokter gigi bisa memperkirakan, efek-efek yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan terhadap gigi geligi anak selanjutnya pasca pencabutan.

Tidak hanya berdasarkan etiologi pencabutan karena karies gigi. Pencabutan gigi anak juga bisa dilakukan bila didapatkan adanya keterlambatan dalam faktor pertumbuhan gigi geligi anak. Misalnya saja, seorang anak umur 10 tahun, dalam kondisi normal gigi taring dewasa (Kaninus Tetap) sudah mulai erupsi, bila belum erupsi harus dicek (biasanya lebih baik dengan foto rontgen panoramik) apakah gigi taring sulungnya dalam kondisi menetap atau sudah ada kegoyangan. Dengan kondisi ini, dokter gigi bisa mengambil suatu kesimpulan apakah segera dilakukan pencabutan atau memang tetap ditunggu hingga tanggalnya gigi taring sulung tersebut.

Dengan perencanaan yang tepat dalam memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi sulung (gigi anak) akan mempermudah dokter gigi dalam menentukan perawatan gigi anak (tentunya tidak hanya pencabutan).Serta memberikan informasi yang tepat dan sesuai untuk diberikan kepada orang tua anak dalam menjaga dan merawat gigi geliginya.

Hubungan Antara Mulut dan Penyakit Jantung

Dengan melihat judul dari artikel ini tentu sedikit membingungkan untuk Anda bukan? Tapi kenyataan berkata demikian, banyak sekali penyakit di dalam rongga mulut yang bisa menyebabkan gangguan pada jantung. Penasaran? Simaklah artikel ini sampai tuntas!

man-mouth.gif

Infeksi yang paling pada rongga mulut terutama infeksi yang mengenai jaringan sekitar gigi atau periodontal. Gangguan yang paling sering terjadi adalah akibat infeksi oleh kuman-kuman. Dimana kuman-kuman ini akan masuk ke dalam aliran darah dan bisa memicu terbentuknya plak terutama pada pembuluh dara arteri koronaria jantung dan menyebabkan penyumbatan yang bisa memicu terjadinya akut miokard infark atau serangan jantung.

98483-004-FD45DAA5.jpg

Selain itu bakteri yang masuk dari pembuluh darah di rongga mulut bisa menyebabkan gangguan berupa peradangan pada bagian dalam dari jantung terutama pada katup jantung yang menyebabkan gangguan aliran darah pada jantung.

si1943.jpg

Sebisa mungkin jangan biarkan infeksi pada rongga mulut Anda terutama yang diakibatkan oleh gigi yang berlubang sampai membuat gangguan pada jantung Anda. Pastikan Anda selalu mengunjungi dokter gigi Anda minimal 2 kali dalam setahun.

Selain itu juga infeksi yang menyebabkan gangguan pada rongga mulut seperti pembesaran tonsil juga bisa bertendensi untuk membentuk formasi nanah atau abses bila dibiarkan tanpa penanganan lebih lanjut.

Perempuan Berpenyakit Gigi dan Gusi Sulit Hamil?

Perempuan yang ingin memiliki bayi harus merawat kesehatan giginya. Pasalnya, penyakit gigi dan gusi secara signifikan dapat menunda kemungkinan hamil, atau sulit hamil. Benarkah?

Mengutip Dailymail, spesialis kesuburan telah menemukannya. Dalam studi pertama, perempuan dengan penyakit gusi mengambil dua bulan tambahan untuk hamil dibandingkan dengan perempuan yang memiliki gigi dan gusi yang sehat.

Selain itu, butuh waktu rata-rata sekitar tujuh bulan bagi perempuan dengan kebersihan mulut yang buruk agar bisa hamil. Namun, hanya lima bulan saja bagi yang menyikat dan membersihkan dengan benang gigi dengan benar.

Penyakit gum atau penyakit periodontal pada berat karena disebabkan penumpukan plak. Hal itu menyebabkan bau mulut dan gusi berdarah dan jika tidak diobati bisa menyebabkan gigi berlubang, gusi surut dan kehilangan gigi.

Lantas, pendarahan gusi yang disebabkan kegagalan menyikat benar dapat memungkinkan hingga 700 jenis bakteri memasuki aliran darah.

Sejauh ini tidak jelas bagaimana penyakit gusi bisa memicu masalah dengan hamil. Namun gusi yang terinfeksi dapat melepaskan bahan kimia inflamasi yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan memanaskan lapisan rahim. Hal tersebut jelas bisa mempengaruhi implantasi telur yang tengah dibuahi.

Para ahli dari University of Western Australia di Perth yang melakukan penelitian mengatakan penundaan itu mirip dengan yang ditimbulkan obesitas.

Peneliti utama Profesor Roger Hart mengatakan, "Untuk pertama kalinya penyakit periodontal telah dikaitkan dengan ketidakmampuan untuk hamil. Perempuan harus dibiasakan mendatangi dokter gigi untuk memeriksakan penyakit gusi dan diobati sebelum merencanakan kehamilan. Hal tersebut mudah diobati, biasanya tidak lebih dari empat kunjungan ke dokter gigi."

Terkait lebih dari seperempat wanita hamil memiliki penyakit gusi, Profesor Roger menambahkan ada bukti ini terkait dengan keguguran, kelahiran mati, dan kelahiran prematur.

Para peneliti yang bertanya kepada hampir 4.000 wanita yang 12 minggu hamil menemukan sebanyak 26% mengkonfirmasi memiliki penyakit gusi.

Peneliti juga menemukan keterlambatan hamil antara perempuan berusia 35 ke atas, perokok dan wanita obesitas, faktor risikonya sudah diketahui. Tapi ada tingkat yang lebih tinggi dari penyakit gusi, satu dari tiga di antara perempuan yang mengambil lebih dari satu tahun untuk hamil.

Dari perempuan yang memiliki gusi yang sehat, hanya satu dari empat yang membutuhkan waktu lebih lama dari setahun. Demikian menurut European Society of Human Reproduction and Embryology.

Profesor Hart juga menambahkan, ada juga bukti penyakit gusi pada pria juga mengganggu kualitas spermanya. "Saya akan menyarankan setiap pasangan yang ingin memulai sebuah keluarga untuk mengunjungi dokter gigi dulu," paparnya.

Kuasai Foto Rontgen, Maka Perawatan Gigi Akan Tepat

Foto rontgen merupakan pemeriksaan lab. yang juga sangat diperlukan untuk proses pemeriksaan suatu jenis kasus (baik secara fisik, klinis), terutama juga oleh dokter gigi.

Jujur saja, terkadang masih banyak dokter gigi yang sering meremehkan untuk belajar mengenai soal foto rontgen (Radiologi Kedokteran Gigi) alasannya klasik, dunia ilmu kedokteran gigi itu cepat sekali perkembangannya (ilmu, bahan, dan tehnik) untuk proses penentuan diagnosa dan rencana perawatan dibidang kedokteran gigi.

Kenapa saya bilang diremehkan? karena saya mengalaminya, contoh simpel saja; saat perawatan saluran akar, dibutuhkan untuk pengukuran panjang kerja, dokter gigi akan menggunakan alat apex locator. Memang mudah dan cepat untuk mendapatkan panjang kerja sebagai patokan rencana perawatan.

Tapi ada hal lain yang terkadang dilupakan oleh dokter gigi, bagaimanakah kondisi jaringan diperiapikal (akar gigi) dan jaringan sekitarnya? Belum tentu bentuk akar akan lurus, dan mudah ditemukan ujungnya, untuk itulah diperlukan foto rontgen sebagai foto diagnosa, dan foto pelengkap lainnya semisal foto hasil perawatan.

Dari 1 gambar foto dokter gigi dapat dengan mudah mengidentifikasi banyak hal bagaimana kondisi gigi itu apakah ada kelainan atau tidak. Dengan demikian penentuan diagnosa juga akan makin tepat dengan pemeriksaan klinis secara langsung. Rencana perawatan juga akan semakin tepat untuk dilakukan ke pasien. Hemat waktu dan bisa mengehemat biaya.

Kontrol Gigi dan Kesehatan Teratur Hindari Demensia

Teratur memeriksakan kesehatan gigi dapat membantu mencegah demensia. Penelitian juga menemukan orang yang rutin check-up gigi dan kesehatan lainnya sangat besar kemungkinannya tak terkena penyakit Alzheimer di masa mendatang.

Mengutip Dailymail, para peneliti telah mengidentifikasi berbagai penyakit, sakit dan nyeri bahwa semua meningkatkan risiko kondisi termasuk radang sendi, penglihatan yang buruk, patah tulang dan bahkan gigi tanggal atau palsu.

Meskipun keluhan hanya akan meningkatkan risiko sangat sedikit, seseorang yang menderita berbagai masalah kesehatan bisa dua kali lebih mungkin untuk mengidap demensia.

Ilmuwan Kanada pun melihat bagaimana penglihatan, pendengaran, arthritis, batuk dan pilek, masalah gigi, diabetes dan tekanan darah tinggi terkena kemungkinan seseorang mengembangkan Alzheimer dan kondisi terkait lainnya. Ilmuwan mengklaim bahwa orang normal dan sehat memiliki 18 persen kemungkinan mendapatkan penyakit tersebut Tapi risiko tersebut naik sebesar 3,2 persen untuk setiap penyakit atau keluhan yang mempengaruhinya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini merupakan bukti lanjutan bahwa gaya hidup sehat dapat membantu mencegah demensia. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan kolesterol tinggi, masalah jantung, obesitas dan merokok dapat meningkatkan risiko.

Para ilmuwan percaya bahwa kondisi tersebut mungkin dipicu sirkulasi yang buruk ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan sel.

Tetapi para ahli mengatakan bahwa meskipun beberapa keluhan seperti radang sendi, penglihatan dan pendengaran yang buruk tidak terhindarkan, perjalanan rutin ke dokter dan dokter gigi dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Dr Marie Jackson, mengatakan, "Kita tahu bahwa orang dengan kebugaran berkurang dan mobilitas berkurang secara signifikan lebih mungkin untuk mengembangkan Alzheimer. Jadi, sangat penting untuk mencoba dan menjaga kebugaran dan kesehatan sesuai standar."

Rebecca Wood, dari Alzheimer Research UK mengatakan, "Penelitian besar ini telah muncul beberapa hasil yang menarik dan tak terduga. Sangat penting untuk melihat tindak lanjut penelitian serupa."

"Ini terlalu dini untuk tahu pasti apakah masalah kesehatan seperti ini yang meningkatkan risiko demensiai, tapi pasti saran yang masuk akal adalah menjaga kesehatan umum secara baik dan seksama," imbuhnya. 

Thumb sucking (menghisap jari/empeng jari) GOOD or BAD?

Thumb sucking merupakan suatu kebiasaan dengan memasukkan ibu jari ke dalam mulut dan menghisap berulang-ulang secara ritmik selama beberapa waktu. Saat thumb sucking, otak akan memproduksi endorphin yang akan menimbulkan perasaan nyaman. Thumb sucking dapat menyebabkan maloklusi yaitu maloklusi Kelas II.

thumb sucking.jpg
Maloklusi adalah keadaan kedudukan gigi yang menyimpang dari oklusi yang normal, atau dapat pula diartikan sebagai suatu keadaan yang menyimpang dari hubungan normal antara gigi dan geligi dalam satu lengkungan gigi, atau antara gigi-gigi pada lengkungan gigi atas dan gigi bawah.

Dr. E.H. Angle mengklasifikasikan maloklusi berdasarkan hubungan antara gigi molar pertama tetap di rahang atas dengan gigi molar pertama ( M1 ) tetap dirahang bawah menjadi tiga kelas. Etiologi dari maloklusi ini adalah sangat kompleks, salah satu yang mempengaruhi terjadinya maloklusi yaitu faktor lingkungan seperti bad habit. Bad habit merupakan suatu kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan terus menerus.

Jika thumb sucking tidak menghilang pada usia empat sampai lima tahun, beberapa cara dibawah ini dapat dilakukan yang disarankan oleh American Dental Association :
- Jangan memaksa dan membentak anak untuk berhenti.
- Beritahu pada anak alasan mereka harus menghentikan kebiasaan itu.
- Berikan pujian ketika anak tidak melakukan thumb sucking.
- Berikan hadiah jika anak menghentikan kebiasaannya.
- Jika anak melakukan thumb sucking karena merasa tidak aman, hilangkan penyebab ketidaknyamanan anak.
- Berikan kesibukan pada tangan anak terutama saat tidur, seperti memberikan bola untuk dipeluk.
- Tutup ujung ibu jari anak, dapat dengan plester, atau pasang kaus kaki atau sarung tangan pada tangan saat anak ingin tidur.
- Gunakan mirror therapy, yaitu dengan membiarkan anak melakukan thumb sucking di depan kaca setiap hari selama beberapa menit.
- Thumbguard, yaitu suatu alat yang dipasang di ibu jari yang tidak dapat dilepas oleh anak dan terdapat dalam berbagai macam warna.
thumb guard.jpg
- Penggunaan thumb-crib ( fixed palatal crib ) dalam mulut. Thumb-crib merupakan wire setengah lingkaran yang diletakkan di rahang atas pada bagian palatum mulut oleh orthodontist.
images.jpg

Rajin Periksa Gigi, Hindari Kanker Mulut

Mengunjungi dokter gigi Anda secara harfiah bisa menyelamatkan hidup. Pasalnya, dokter gigi, ahli kesehatan atau terapis yang terlatih untuk memeriksa jaringan mulut untuk setiap kelainan, khususnya, kanker mulut.

Saat ini tidak ada program skrining nasional untuk kanker mulut sehingga mengunjungi dokter gigi secara teratur memungkinkan kesempatan untuk memeriksa semua jaringan kesehatan mulut.

Banyak kasus, kanker mulut pertama kali terdeteksi saat pasien mengunjungi praktek dokter gigi sebagai pemeriksaan gigi rutin. Sejauh ini, deteksi dini kanker mulut santa penting bagi kelangsungan kehidupan karena sangat dapat mempengaruhi prognosis jangka panjang dan tingkat kelangsungan hidup.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi.

Gigi dan Gusi tak Sehat, Risiko Datangkan Stroke dan Diabetes

Kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

Mengutip femalefirst, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi. 

Suplemen Rumput Laut Perangi Karang Gigi dan Berkembangnya Plak

Bakteri plak adalah penyebab utama penyakit gusi, kerusakan gigi dan bau mulut.

Selain diet seimbang, pembersihan rutin dan teratur memeriksa, tak ada salahnya mencoba kebersihan gigi revolusioner berupa suplemen makanan yang berasal dari rumput laut untuk memerangi karang gigi dan berkembanganya plak.

Suplemen itu, terkenal kaya yodium alami, rumput lautnya memicu air liur untuk melembutkan kalkulus dan karang gigi dan membantu mencegah pembentukan lapisan baru.

Dalam uji klinis, perbaikan terlihat hanya dalam waktu antara 5 sampai 8 minggu. Setelah 16 minggu, plak dan karang gigi berkurang hingga 86 persen, serta kalkulus hingga 87 persen.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi.

Detoks Lidah Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Bersihkan lidah dengan menggunakan detok lidah secara teratur. Lidah pencakar tidak terdengar seksi, namun mereka bekerja efektif demi kesehatan mulut dan gigi.

Mengutip femalefirst, dengan permukaan tidak rata menjadikan lidah sebagai taman bermain untuk bakteri. Itu membangun dan berkontributor utama untuk bau mulut dan pembentukan plak pada gigi.

Ya, cobalah detok lidah untuk mencegah bau mulut dan menghidupkan kembali selera nafas. caranya, tempatkan di bagian belakang lidah, telan secara lembut ke bawah dan tarik ke depan.

Gunakan setiap hari setelah menggosok gigi. Itu cara cepat dan mudah untuk menghilangkan bakteri dan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi dan mulut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi.

Pembersihan Interdental, Hindari Masalah Celah Antara Gigi

Penyakit gigi yang paling umum, dimulai di antara gigi. Itu membutuhkan pembersihan interdental rutin, baik menggunakan benang atau sikat interdental.

Mengutip femalefirst, hal tersebut harus menjadi suatu bagian penting dari rutinitas kebersihan mulut standar normal.

Anda, hika memilih sikat interdental, harus secara efektif membersihkan semua ruang antara gigi. Untuk itu Anda mungkin perlu menggunakan lebih dari sikat ukuran kuas, sehingga paket campuran yang ideal untuk orang yang mencoba mereka keluar untuk pertama kalinya.

Ada beberapa merek terkenal yang paling direkomendasikan dan mudah untuk menemukan di toko-toko dan di praktik dokter gigi.

Sungguh ideal untuk pelanggan yang membutuhkan bantuan ekstra mencapai ruang antara gigi, mereka juga berguna di sekitar jembatan, implan dan untuk membuat kesehatan mulut lebih mudah bagi pemakai kawat gigi.

Sejauh ini, alat pembersih gigi itu nyaman dan mudah digunakan. Tersedi dalam delapan ukuran berbeda untuk mencapai ke ruang terdalam dan tempat makanan terjebak, serta mencegah penumpukan plak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi.

Kontrol Gigi, cara Terbaik Hindari Masalah Gigi

Mengunjungi dokter gigi rutin setiap 6 sampai 12 bulan, makan dokter gigi akan memberitahu cara untuk menghadiri masalah gigi.

Mengutip femalefirst, Anda juga mungkin perlu menghadiri kebersihan gigi sekali setiap enam bulan untuk skala menyeluruh dan membesihkan karang gigi atau menyemir.

Dokter atau perawat gigi Anda juga akan memeriksa kesehatan gusi Anda dan menyarankan melakukannya dengan teknik membersihkan mulut standar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kesehatan mulut merupakan gerbang utama kesehatan umum. Menyikat gigi secara teratur sangat penting. Pasalnya, jika tidak stroke dan diabetes berisiko menyerang.

penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi membawa risiko yang lebih tinggi karena bisa menyebabkan stroke dari diabetes. Dampak itu hampir setara dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama stroke.

Penelitian, yang terungkap saat seminar dan pameran International Association for Dental Research (IADR) di San Diego pada Agustus 2011, menyatakan bahwa setiap orang dua kali lebih mungkin menderita stroke non-fatal sebagai akibat dari penyakit gusi sebagai diabetes.

Dengan semakin banyak bukti yang mengutip hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan kondisi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, stroke dan pra-panjang, berat badan lahir rendah bayi, alangkah baiknya untuk lebih mengoptimalkan kesehatan gigi.